Guys, gue suntuk banget nih. The current situations put me in not-good mood. Gue, as always, like as i said to people about facing and handling the problems, trying to relax and menghadapi dengan pikiran sehat.
Gue fortunately punya temen baik banget dan dia terbilang berada. First, I'm trying to be nice to people, man. Gue berusaha berlaku menjadi teman yang baik, yang mendengar keluhan cerita kisah baik buruknya, yang membantunya jika ada masalah selagi gue masih bisa bantu dan menyesuaikan dengan kondisinya apakah gue bisa/bole ikut "campur tangan". terkadang teman itu lebih besar nilainya dari Tuhan. And losing friends like losing life..
Jika ada masalah apa2nya selalu ngabarin gue, komunikasi lebih sering via sms. Yang ga penting pun kadang iseng bilang ke gue. Dia ada masalah dengan keluarganya, dan gue mencoba untuk memberi rasa tenang, atau yaa encourage dia, motivate dia, yang terkadang meskipun gue juga kena imbas kekesalannya (di setiap ada masalah). Hal2 yang menggelikan dituduhkan ke gue, atau mengkait2kan dgn hal lain. Sometimes gue terima, sometimes not.
Dia sering baik sama gue, ngasih ini itu, ya gue juga bales kebaikan dia, meskipun ga sebanding juga (dari segi nominal materi). Gue kasih masukan saran dan kritik terkadang dia manut, terkadang masa bodoh. Tipikalnya adalah dia ini manja banget, serba kecukupan, egois, apa yang dia mau pasti dapat, super sensitif. Nah gue mencoba terus menanamkan pemikiran kalo dia ini emang baik dan tulus, at least gue masih mengganggap dia baik. Tapi dia sering "memaksakan" banyak hal ke gue. somekind of returns. Gue merenung (yg kadang ga kelar2), apakah kebaikan itu semua "ada udang di balik tepung"? Gue cukup aware, kalo yang namanya real life itu ga ada yang gratis, ga ada yang murah, ga ada yang semudah itu. Gue bukannya ga tau terima kasih, like i said, gue payback the kindness although not as much as hers. Gue memposisikan diri sebagai teman deket, dan sudah menegaskan hubungan ini sebatas teman.
Yang ngeselin adalah, gue uda capek2 nulis kata2 yang untuk menenangkannya, masukan positif, dan mostly repeatedly, seperti yang wasted.. useless gitu..kayak yang masuk kuping kanan keluar kuping kanan lagi, semenit dia tenang semenit kemudian kayak yang labil gitu, kadang gue yang ikut2 kena, kayak geledek di siang bolong. What should i do then? Apa mesti gue ikut "minta maaf dan mengaku salah", padahal kasusnya bukan gue yang menjadi "pelaku utama"! Sms yang ga terbalaskan pun dia uda ngomel2, kadang nulis sms ke gue suka ngasal gitu ga pake mikir perasaan org lagi. Tau sendiri, gue uda bilang kalo ga bales sms ya palingan gue lagi tidur, lagi sibuk, lagi ga ngeuh ada sms, atau lagi ga mood kerna suatu hal lain. Bukan dia saja kok yang kesel, temen2 atau kakak gue aja suka sebel gue telat balas.

Dan yang paling ngeselin adalah, mendapatkan sms di pagi hari, habis bangun tidur dapet sms yang "asal2an". Pagi hari kan adalah suatu waktu di mana kita memulai kehidupan dengan aktifitas segala macem, dan itu bisa berdampak seharian sampe ke siang sore malem..
Dan permasalahan dia kan sebenernya bukan selalu permasalahan gue, i have my owns! Gue habis kena marah emak gue, gue habis dikeselin temen lain juga yang ga mau ngerti kondisi gue yang lagi capek berat kmrn, gue habis dapat kabar kalo gue harus cepet2 beresin urusan kampus dsb. Kelemahan gue adalah, ketika kondisi capek itu adalah saat2 "ga mau diganggu dengan hal2 sekecil apapun", gampang moody gitu lah.
I need space to relax, to think sanely, which is not given that much space to..
Tapi gue harus meladeninya karena "ancaman ga penting", terkadang alasan gue seperti bualan baginya. gue seperti terkungkung, terbeban, karena kebaikan yang dia beri begitu banyak, I hate this, man. Apa yang gue perbuat kalo dia lagi sebel tetap saja salah mau muntah darah juga wasted. What's wrong w/ this human? Or me?
Dia ini lebih tua dari gue. Gue ga habis pikir dengan cara berpikir dan cara dia memperlakukan orang lain, ada juga yang merasakan hal yang sama, kurang lebihnya.
Mohon pencerahan dr kawan2. Thx.
Sori kalo bahasa gue ngelantur ..Segini dulu..