hahaha.... ngomongin prisa.
sempat gue bahas di blog gue.
http://anzarra.multiply.com/journal/item/838 
pembahasannya alfa menarik nih, jadi pengen bahas. hehe.
setelah mereka2 ini pada selesai sekolah dan mulai kerja, ya mereka dah lupa sama scene indie, contohnya kayak gua ini.
tapi ada juga yang tetap eksis. anak-anak seringai, step forward, the brandals, the miskins, semuanya punya pekerjaan harian tapi tetap bermusik dan menghasilkan karya. band gue pun lagi menyelesaikan mixing untuk album yang dirilis tahun depan, meskipun semuanya kerja dan drummer gue masih tinggal di bandung. mengutip kata arian 13, sepanjang ada passion, apapun gak akan ngehalangin bermusik. mau kerja atau gak punya duit.
gue pernah di dua fase itu. pas di bandung gue gak punya duit, tapi masih bisa rilis ep dengan modal pas-pasan dan masih sempat juga jadi airplay di radio anak muda. pindah jakarta pas kerja, emang susah bagi waktunya, tapi kalo sempet pas weekend gue bela-belain ke bandung, janjian sama anak-anak (kalo telpon-telponan pada buka kalender, cocokin tanggal. hahaha), rekaman disana. alhamdulillah sekarang udah ada manajer, rekaman udah masuk tahap mixing, minggu depan pemotretan buat materi promo dan bulan depan rilis single...

pilihan laennya, tetap bermusik tapi sekedar buat kepuasan pribadi aja. setelah itu, ya musti kerja kantoran

maaf, fa. gue gak setuju sama yang ini. emang musik pasti buat kepuasan pribadi. tapi bukan sekedar itu aja. meskipun gue dan semua personil band gue kerja kantoran, tetep ada tawaran main kecil-kecilan, tetep ada kontrak rbt, tetep ada tawaran ngisi soundtrack ftv (ini malah yang lagi proses ada dua ;p), dll.
atau lihatlah anak-anak seringai. mereka kurang kerja kantoran apalagi. arian dan ricky masing2 editor majalah, liputan sana-sini. khemod ngurus phnya. sammy selain siaran dia juga sering ngemsi2. nyatanya bisa merilis album yang bagus, dan jadwal tur mereka padat, dari main di opening distro sampai jadi opening buat napalm death.
passion fa, passion...

dgn industri musik yg begitu hidup di amrik, ga heran begitu banyak makhluk bisa ditemukan disana, termasuk cewek2 cakep. contohnya gitarisnya ash (charlotte)
ash dari irlandia, fa. bukan amrik.

basist-nya smashing pumpkins (darcy),
tidak lupa, mellisa auf der maur dan basis terbaru mereka, ginger reyes. dan ngomong2 soal band dengan basis cewek, gue suka sama sick puppies. basisnya cewe, tapi gak tau namanya. yang jelas, seksi abis. pas lagi seneng2nya sama sick puppies ini, band gue langsung terpengaruh dan ngerekam lagu dengan format dua bas. sayang, yang main bukan cewek, hahaha..

personel cewek paling beken (menurut gua) dari scene indie, yaitu lusy kubik.
sekarang dia jadi make up artist buat video klip. gue sempet ngajakin kolaborasi, tapi kesibukan gue sama stereofoam membuat gue gak sempet ngurusin side project gue yang mau kolab sama dia.
proyek terakhirnya dia kolaborasi sama dina, personil homogenic. ngomong2 soal dina, di scene indie saat ini dia tergolong banyak proyekan. haha. selain homogenic dan sama lusi, dia juga punya proyek sama elang dari polyester embassy, namanya alphawaves.