Cina banyak penduduknya, dan pemerintahnya juga pusing kali tuh mikirin penduduk yang dah 1 milyar lebih. Selain itu manula-nya kan banyak banget di sana.
Untuk negara seperti Cina, pemerintahan komunis itu cocok. Kenapa? Karena dengan begitu banyaknya penduduk, pemerintah tidak kesulitan mengatur manusianya. Lha wong kader-kader di sana mulai dari kota ampe pelosok desa didoktrin oleh Partai Komunis, faham komunis dan aturan partai. Jadi kalo sang ketua bilang "A" semuanya kudu nurut. Melawan berarti siap menghadapi hukuman, dan gak peduli alasannya apa (liat deh koruptor-koruptor di Cina yang udah pada ditembak mati). Beda ama demokrasi, beda pendapat itu wajar demi kemajuan dan hak asasi manusia

.
Di Amerika demokrasi cocok. Karena orang-orang yang tinggal di sana bukan asli dari Amerika. Mereka kan orang-orang tertindas dari Eropa. Mereka bikin hukum yang mereka sepakati bareng-bareng. Termasuk hukum yang berlaku di tiap negara bagian.
Lhaa.. kalo di Indonesia? Demokrasi belon bisa sepenuhnya jalan *IMHO*.. masih ada pertimbangan-pertimbangan lain. Utamanya, karena ditimbang dengan hati nurani dan melihat keadaan. Bayangin deh, kalo misalnya peraturannya dibuat strict.. Gak pake safety belt didenda sekian juta, huaahh.. mana mau orang indonesia bayar.. pasti banyak alasan pas ditilang polisi ketauan gak pake safety belt.
Sekarang kan tinggal bagaimana kita sadar untuk mentaati peraturan

. *Peraturan dibuat untuk dilanggar... astagaaa... hayo bertobat*.