A+ A- [A]
Welcome, Guest. Please login or register.
May 22, 2012, 11:00:13 PM

Login with username, password and session length
Pages: 1 [2]   Go Down
  Print  
Author Topic: lumpur lapindo  (Read 3788 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
hemaf
Brondong


Kurma: +0/-0
Offline Offline

Posts: 10


Email
« Reply #10 on: June 07, 2007, 06:03:58 PM »

bener Jo, denger-denger dari para pakar.. cuma Tuhan yang bisa membantu menghentikan lumpur itu.
sekarang sih emang bener, hanya Tuhan yg bisa nyetopin, tapi itu kan karena keteledoran dari operator yang ngebor tuh sumur. sebagai info,kalau orang ngebor sumur minyak atau gas biasanya batuan 2nya dikeluarin pakai lumpur buatan(mud) masuk ke dlm pipa terus ke mata bornya (bit) kndm keluar lewat luar pipa & itu dipompa secara sirkulasi, kalau udah kedlman ttt,lubang di ksih casing(pipabesar) & antara casing & lubang disemen, nah pada saat ngebor sering timbul tekanan2 yg besar, baik itu gas, minyak atau lumpur,nah untukmengatasi tek yg besar, maka lumpurnya hrs diptambah berat jenisnya untuk menghindari semburan. jadi awalnya hanya keteledoran aja, & herannya kok ahli2 perminyakan kita pada cicing wae. mana ahli2 dr pertamina  & sejenisnya? Angry
Logged
hemaf
Brondong


Kurma: +0/-0
Offline Offline

Posts: 10


Email
« Reply #11 on: June 07, 2007, 06:08:19 PM »

Ngayal hmm... Gw ngebayangin, kalo ngga diberhentikan dgn tangan manusia, pasti suatu saat akan berhenti sendiri walau butuh waktu lama... bayangin aja, lapisan dari bawah keluar terus, sampai suatu saat pasti akan kosong, dan bagian atas lebih berat, jadinya, bakal ambless-bless... dan berhenti deh.. krn salurannya ketutup tanah yang ambless itu..

Coba pemerintah bisa bikin semacam tabung beton yang besar2 berbentuk pipa2 pendek.. trus, disambung-sambung jadi pipa panjang menuju laut.. misal selat madura.. alirin deh, lumpur kesana.. lama2 jadi pertambahan pulau akibat sedimentasi lumpur.. jarak surabaya dgn madura makin pendek.. bisa bikin jembatan deh..  I don't know he he he..

Tapi, daripada terus nyalahkan keadaan, mengapa pemerintah dan masyarakat yang mampu (tidak hanya secara finansial, tapi juga ilmu) tidak berusaha meningkatkan semangat hidup rakyat sidoarjo yang sengsara terlantar dan terpaksa ngungsi akibat lumpur tsb..
Jangan cuma dikasi bantuan sembako aja.. tapi bagaimana rakyat diajarkan lebih mandiri memulihkan kondisi keuangan keluarga masing-masing..
 Ngayal Misal, dari kandungan lumpurnya, apakah bisa dibuat jadi batako.. rakyat sana membuat batako dengan kualitas yang memiliki nilai jual, atau membuat lumpur menjadi kerajinan tangan seperti pot, vas, patung, dll yang kayak dari tanah liat atau keramik..? Trus, pemerintah memikirkan pemasarannya.. pengusaha2 kaya membantu membeli hasil rakyat tsb.. supaya daya beli masyarakat kembali diperoleh..
minimal, dibalik kesusahan, ada something yang bisa dimanfaatkan... sambil menunggu kapan lumpur bisa berhenti, agar rakyat tidak terlalu sengsara..  Mohon
ra gua setuju banget, ide brilyan tuh
Logged
Aparat
Elite
*

Kurma: +41/-0
Offline Offline

Location: Depok
Posts: 2.115


markidi@live.com markidi
WWW
« Reply #12 on: June 08, 2007, 08:54:38 AM »

jadi awalnya hanya keteledoran aja, & herannya kok ahli2 perminyakan kita pada cicing wae. mana ahli2 dr pertamina  & sejenisnya? Angry
Hehehe.. who cares with procedures!!

Hari gini kalo bisa, biaya operasional itu Rp. 0!! Lapindo itu punya orang-orang pinter di dalamnya, jenius barangkali, dan mereka tau persis prosedur yang benar yang mana. Tapi karena ada aturan dari perusahaan musti menekan biaya survey itu sekecil-kecilnya, akhirnya segala aturan prosedur yang benar itu dilupakan. Dicari jalan pintas, toh ini sekedar survey, sukur-sukur nemu minyaknya, dipake lah alat bor apa adanya, caranya juga diambil yang tercepat dan seterusnya dan seterusnya.

Sekarang mari kita berdoa, agar pemerintah mau menekan Lapindo untuk mengganti semua kerugian warga.
Logged

anjingjablay
Dewa Blog
******

Kurma: +22/-0
Offline Offline

Location: Sepanjang jalur busway, PPD, Damri, Kopaja, Metromini
Posts: 898


digampar bencong jablay kudapat

kucingdalampelukan
WWW
« Reply #13 on: June 08, 2007, 09:24:12 AM »

Hehehe.. who cares with procedures!!

Hari gini kalo bisa, biaya operasional itu Rp. 0!! Lapindo itu punya orang-orang pinter di dalamnya, jenius barangkali, dan mereka tau persis prosedur yang benar yang mana. Tapi karena ada aturan dari perusahaan musti menekan biaya survey itu sekecil-kecilnya, akhirnya segala aturan prosedur yang benar itu dilupakan. Dicari jalan pintas, toh ini sekedar survey, sukur-sukur nemu minyaknya, dipake lah alat bor apa adanya, caranya juga diambil yang tercepat dan seterusnya dan seterusnya.

eh lapindo itu gak punya ijin AMDAL alias Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, tapi kok bisa dapet ijin pengeboran ya ?

Logged

JABLAY CRRUUUTTT !!!
Sailor_moon
Master
****

Kurma: +10/-0
Offline Offline

Posts: 350


dengan kekuatan bulan akan menghukummu...!!!

nitz_0301@yahoo.com
WWW
« Reply #14 on: June 08, 2007, 09:34:00 AM »

hm.. kebetulan gw kerja di perusahaan yang kebetulan juga provider mata bor di Lapindo itu.. teknisinya bilang itu emang pake mata bor kualitas the best lah.. namanya Diamond Bid.. nah sebenernya kalo pertama muncul tu lumpur langsung ditanganin dengan baik, kata mereka sii kemungkinan besar bisa diatasin.. tapi penangananya berdasarkan sistem ekonomis siihh alias itung2an banget.. semua pihak pada ga mau keluar duit banyak,.. jadi ya klo udah gini mau gimana lagi coba..

eh lapindo itu gak punya ijin AMDAL alias Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, tapi kok bisa dapet ijin pengeboran ya ?

ya.. liat dong sapa yang punya Lapindo.. kesayangannya pemerintah gt loh.. sapa yang berani nentang..
Logged

sometimes things don't work out the way you thought they would
ikez
Global Moderator
Master
*****

Kurma: +12/-0
Offline Offline

Location: Bandung - Jakarta
Posts: 385


Mikkel Demon

mikkel_demon
WWW
« Reply #15 on: June 14, 2007, 12:44:05 PM »

pemerintah made in Indonesia ya begitu.  O'on
Logged

Pak Kaduk menghisap candu. Peluh keringat jari kematu. Di mana duduk di situ merindu. Hanya teringat pada yang satu.
Pages: 1 [2]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by SMF 1.1.4 | SMF © 2006, Simple Machines LLC
Seo4Smf v0.2 © Webmaster's Talks

Novelty design by Bloc | XHTML | CSS
Page created in 0.052 seconds with 19 queries.