
hmm... Gw ngebayangin, kalo ngga diberhentikan dgn tangan manusia, pasti suatu saat akan berhenti sendiri walau butuh waktu lama... bayangin aja, lapisan dari bawah keluar terus, sampai suatu saat pasti akan kosong, dan bagian atas lebih berat, jadinya, bakal ambless-bless... dan berhenti deh.. krn salurannya ketutup tanah yang ambless itu..
Coba pemerintah bisa bikin semacam tabung beton yang besar2 berbentuk pipa2 pendek.. trus, disambung-sambung jadi pipa panjang menuju laut.. misal selat madura.. alirin deh, lumpur kesana.. lama2 jadi pertambahan pulau akibat sedimentasi lumpur.. jarak surabaya dgn madura makin pendek.. bisa bikin jembatan deh..

he he he..
Tapi, daripada terus nyalahkan keadaan, mengapa pemerintah dan masyarakat yang mampu (tidak hanya secara finansial, tapi juga ilmu) tidak berusaha meningkatkan semangat hidup rakyat sidoarjo yang sengsara terlantar dan terpaksa ngungsi akibat lumpur tsb..
Jangan cuma dikasi bantuan sembako aja.. tapi bagaimana rakyat diajarkan lebih mandiri memulihkan kondisi keuangan keluarga masing-masing..

Misal, dari kandungan lumpurnya, apakah bisa dibuat jadi batako.. rakyat sana membuat batako dengan kualitas yang memiliki nilai jual, atau membuat lumpur menjadi kerajinan tangan seperti pot, vas, patung, dll yang kayak dari tanah liat atau keramik..? Trus, pemerintah memikirkan pemasarannya.. pengusaha2 kaya membantu membeli hasil rakyat tsb.. supaya daya beli masyarakat kembali diperoleh..
minimal, dibalik kesusahan, ada something yang bisa dimanfaatkan... sambil menunggu kapan lumpur bisa berhenti, agar rakyat tidak terlalu sengsara..

ra gua setuju banget, ide brilyan tuh