A+ A- [A]
Welcome, Guest. Please login or register.
May 22, 2012, 11:02:50 PM

Login with username, password and session length
Pages: [1] 2 3   Go Down
  Print  
Author Topic: Pengendara Motor Vs...???  (Read 3621 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Aparat
Elite
*

Kurma: +41/-0
Offline Offline

Location: Depok
Posts: 2.115


markidi@live.com markidi
WWW
« on: May 12, 2007, 09:49:59 PM »

Gimana neeh... mari kita liat dari sudut pandang masing-masing. Diantara prilaku pengendara motor versus.. terserah, versus mobil pribadi, angkutan umum, bus atau bahkan pejalan kakai.

Misalnya gini, kita lagi berada di posisi pengendara mobil pribadi, gimana temen-temen menganggap si pengendara motor? Yang nyalip suka-suka, naik trotoar, nubruk pantat (mungkin gak sengaja sebenarnya), nyenggol spion, nyelip ditengah-tengah bikin baret mobil, dan seterusnya...

tolong beberin di sini, banyak pengendara motor di sini.. jadi mungkin bisa jadi perdebatan hangat..
Logged

denial
Dewa Blog
******

Kurma: +16/-0
Offline Offline

Location: the Dawn
Posts: 944


blajar njepret yuqq

eastnee
WWW
« Reply #1 on: May 12, 2007, 11:13:29 PM »

Hmmm.. kemaren waktu abis nganterin bokap bareng temennya, make mobil. Nah, Jl. Perjuangan Bekasi tuh juragannya macet. Banyak banget motor lewat.. Dan gilanya tuh motor maen serobot-serobot aja. Jalur orang diambil. Walhasil tambah macet lah! Gila dah.. Gw walaupun pengendara motor sejati, paling anti namanya nyalip klo tuh jalan cuman ada dua jalur.. Udah gitu maen potong sana potong sini, nyelip sana nyelip sini.. kaya cabe aja nyelip.. Yg naek motor sih ga berasa bakalan kena, tapi yg naek mobil ini loh.. dag dig dug mobil bakalan kegores..

Jd kalo kasusnya pengendara motor brengsek kaya gini, walopun gw juga pengendara motor, ya itu tadi.. just say brengsek lo!

hihihhihi... maap emosi.. sempet kepikiran pengen bagiin selebaran untuk mengkampanyekan budaya "nyerobot boleh asal jangan kelewatan".. hiahaihaia.. kapan2 foto yuk saat para motoris itu sedang rusuh2nya!?
Logged

Blajar Njepreeeeet yuuuuuqqq
asikajee
Dewa Blog
******

Kurma: +31/-0
Offline Offline

Location: underground
Posts: 895


tyazisverycool


« Reply #2 on: May 13, 2007, 05:42:24 AM »

motor itu yah, gw paling benci tuh, motor kalo dari jalan kecil belok kiri masuk ke jalan besar kaga pernah ngerem!! alhasil kita yg di jalan besar yg jadi ngerem mendadak. asli gw dah ratusan kali kejadian kayak gini. mbok ya oooo, kalo pertigaan atau perempatan tuh liat dulu kek kiri kanan......
Logged

tabah sampai akhir
vanya
Master
****

Kurma: +12/-0
Offline Offline

Location: Senayan - Jakarta
Posts: 406


unbelievayble


WWW
« Reply #3 on: May 13, 2007, 10:34:44 PM »

gw pengguna motor juga
hehehehe
pembonceng sih
secara gw gabisa naik motor

tapi gw juga suka sebel sama yg nyelip" ga jelas gitu
hehehehe

tapi gw juga suka sebel sama moil yg ga bisa jalan lurus
kiri kanan kiri kanan ga tau mau ke mana
Logged

Woman's best Supporter is Her WonderBra
Aparat
Elite
*

Kurma: +41/-0
Offline Offline

Location: Depok
Posts: 2.115


markidi@live.com markidi
WWW
« Reply #4 on: May 14, 2007, 10:28:33 AM »

he he he.. ternyata, semua menghujat pengendara motor. udah bisa diduga sii.. tapi coba sekali-kali kelean naik dimotor, lalu mencoba berpetualang di rimba belantara Jakarta ini.. dan rasakan bedanya he ehe he he..

Buat nambah hangatnya diskusi, mari kita simak petikan curhatan dari temen-temen biker berikut ini.. agak panjang dan cengeng. selamat membaca..

Quote
Balada Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang tolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata. Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya. kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. (Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development. hiks!).

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu...

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
What an ironic...

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan?

Gimana menurut temen-temen?? terlalu egois atau memang demikian realitanya??
Logged

Sailor_moon
Master
****

Kurma: +10/-0
Offline Offline

Posts: 350


dengan kekuatan bulan akan menghukummu...!!!

nitz_0301@yahoo.com
WWW
« Reply #5 on: May 14, 2007, 10:42:42 AM »

wah.. jadi terharu.. hiks..hiks..

klo menurut gw sii kadang2 motor yang nyebelin tapi mobil juga suka nyebelin.. maksudnya gini disaat gw jadi penumpang mobil or angkot, gw bakal sebel sama pengendara motor..

tapi pas gw lagi jadi boncengers gw sebel sama mobil.. ya seperti cerita diatas kita lagi kepanasan, debu dll, eh macett.. ya terpaksa mendukung untuk salip kanan salip kiri... abis gimana lagi??hehe.. tapi suka sebel juga sama mobil yang sok kayak motor alias salip kanan kiri pas macet.. makan tempat banget.. malah bikin motor jadi ikutan macet dan kalo motor aja udah ikutan macet.. dijamin itu pasti jadi macet totall!!!!
Logged

sometimes things don't work out the way you thought they would
asikajee
Dewa Blog
******

Kurma: +31/-0
Offline Offline

Location: underground
Posts: 895


tyazisverycool


« Reply #6 on: May 14, 2007, 02:02:38 PM »

tp hujatan gw emang krn nyebelin. kalo lampu merah juga. yg namanya motor bisa ada ratusan ngumpul di depan zebracross. ngantri kek!

tp justru gw tuh ga pernah ribut ama motor. tp gw sering bgt ribut ama mobil. apalagi klo yg nyetirnya kaya org mabok. kiri gak kiri, kanan gak kanan, ngambil jalan seenak jidat ga liat spion. norak bgt.

tergantung juga pengendaranya sih. mau dia naek motor, mobil, kalo emang norak ya norak aja. yg waras ngalah.....
Logged

tabah sampai akhir
vanya
Master
****

Kurma: +12/-0
Offline Offline

Location: Senayan - Jakarta
Posts: 406


unbelievayble


WWW
« Reply #7 on: May 14, 2007, 02:10:12 PM »

tp hujatan gw emang krn nyebelin. kalo lampu merah juga. yg namanya motor bisa ada ratusan ngumpul di depan zebracross. ngantri kek!

nah ini yg ga abis pikir
di bates kereta api juga gitu
ga nunggu di belakang palang tapi persis di samping rel

padahal kan jalannya ga beda 2 menit ya
Logged

Woman's best Supporter is Her WonderBra
Aparat
Elite
*

Kurma: +41/-0
Offline Offline

Location: Depok
Posts: 2.115


markidi@live.com markidi
WWW
« Reply #8 on: May 14, 2007, 02:12:14 PM »

gue jujur aja, pasti berhenti di belakang garis putih ngantri di lampu merah. tapi kadang, kalo mobil-mobil udah di garis putih, udah gitu lagi panas-panasnya, gue males ngantri di pantat mobil, mending di depan mobil.. otomatis ya udah di depan garis putih.

gue gak nyaman bawa motor di Jakarta, karena kondisinya seperti ini, udah kebanyakan mobil. coba kalo bawa motor di Bandung.. masih nyaman, pake helm dengan kaca terbuka masih enak, ngantri di belakang masih enak, apalagi di Bali.. mantab..

makanya Yaz, sekali-kali coba deh naik Mio gitu, terus jalan-jalan di Jakarta, lo akan ngerti, kenapa orang-orang pake motor itu bawaannya pengen 'cepet' aja, ya karena gak nyaman itu.. hhahahaha
Logged

Aparat
Elite
*

Kurma: +41/-0
Offline Offline

Location: Depok
Posts: 2.115


markidi@live.com markidi
WWW
« Reply #9 on: May 14, 2007, 02:13:03 PM »

nah ini yg ga abis pikir
di bates kereta api juga gitu
ga nunggu di belakang palang tapi persis di samping rel

padahal kan jalannya ga beda 2 menit ya

Vay, bukan masalah jalannya gak beda 2 menit itu, males ngantri di belakang knalpot!! yang pake mobil enak, ada AC, gak langsung kena asap.. lah ini???
Logged

Pages: [1] 2 3   Go Up
  Print  
 
Jump to:  

Powered by SMF 1.1.4 | SMF © 2006, Simple Machines LLC
Seo4Smf v0.2 © Webmaster's Talks

Novelty design by Bloc | XHTML | CSS
Page created in 0.066 seconds with 20 queries.